LAZIS PCNU Surabaya Optimalkan Pengelolaan Zakat melalui Pendidikan Amil Profesional
Surabaya — Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Surabaya mengadakan Madrasah Amil pada Ahad, 1 Februari 2026 di kantor PCNU Surabaya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 125 peserta dari berbagai unsur pengurus zakat tingkat bawah seperti tim masjid, musala, hingga pengurus ranting.
Madrasah Amil dirancang sebagai ruang pembinaan yang sistematis bagi calon amil, mulai dari pengurus JPZIS, takmir masjid, hingga pengurus ranting, dengan tujuan memberi bekal pengetahuan fiqih, tata kelola, serta standar profesional dalam pengurusan zakat. Hal ini mencerminkan komitmen LAZISNU Surabaya untuk menjadikan pengelolaan dana umat berjalan sesuai syariat dan prinsip akuntabilitas.
Dalam sambutannya, Ketua LAZISNU Surabaya, Abdullah Iskak menyampaikan bahwa pengelolaan zakat bukan sekadar ibadah semata, tetapi juga harus didukung pemahaman yang kuat tentang fikih dan mekanisme administrasi yang benar. Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2026, pengelolaan zakat fitrah di semua struktur Nahdlatul Ulama Surabaya akan dikoordinasikan oleh amil zakat yang sah di bawah struktur LAZISNU.
Program ini juga mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang jumlahnya melebihi target awal. Ketua Cabang LAZISNU Surabaya, Jufri, menyatakan bahwa tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif tentang pentingnya ilmu keamilan, termasuk kewajiban pelaporan dan prinsip transparansi dalam tata kelola zakat.
Selain Madrasah Amil, LAZISNU Surabaya juga menyiapkan sejumlah program lain menyambut Ramadan 1447 H, seperti Ngaji Bareng bekerja sama dengan LBM dan RMI serta program NU Berkisah yang ditujukan untuk pendidikan karakter tentang infak dan sedekah sejak usia dini.
