SURABAYA, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Surabaya sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) XXIX pada Minggu (24/5/2026) di Yayasan Pesantren Terpadu Darul Muttaqien.
 Kegiatan yang mengambil tema Menguatkan Kaderisasi dan Gerakan Pelajar Nahdliyin untuk Masa Depan Organisasi yang Progresif ini menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat cabang sebagai ruang evaluasi, konsolidasi, dan penentuan arah gerak organisasi untuk masa khidmat berikutnya. 
Konfercab XXIX dihadiri oleh unsur Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, alumni, serta berbagai unsur undangan dari kalangan Nahdlatul Ulama, pesantren, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah. Forum ini berlangsung dengan semangat musyawarah dan demokrasi organisasi dalam rangka memperkuat peran IPNU sebagai wadah kaderisasi pelajar dan santri di Kota Surabaya. 
Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Kota Surabaya mengatakan, Konfercab XXIX menjadi momentum strategis untuk memperkuat agenda kaderisasi sebagai pondasi utama keberlangsungan organisasi. Menurutnya, tantangan pelajar di era digital menuntut IPNU untuk menghadirkan sistem kaderisasi yang lebih adaptif, progresif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
“Konfercab ini bukan hanya forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat kaderisasi pelajar Nahdliyin. IPNU harus hadir sebagai ruang pembinaan generasi muda yang mampu mencetak kader intelektual, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa selama satu periode kepengurusan, PC IPNU Kota Surabaya telah berhasil mencetak kurang lebih 700 kader melalui berbagai agenda kaderisasi formal maupun nonformal yang dilaksanakan di tingkat cabang, PAC, ranting, hingga komisariat sekolah dan pesantren. Seluruh data kader tersebut telah terdokumentasi dan terintegrasi secara sistematis melalui aplikasi sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi organisasi.
“Kaderisasi bukan hanya tentang pelaksanaan pelatihan, tetapi bagaimana proses pembinaan itu mampu terdata, terukur, dan berkelanjutan. Alhamdulillah selama satu periode kami berhasil mencetak sekitar 700 kader yang seluruhnya sudah terdokumentasi dalam sistem SIRekan IPNU,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Konfercab XXIX membahas dan mengesahkan sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya laporan pertanggungjawaban kepengurusan masa khidmat 2024–2026, pembahasan hasil sidang komisi organisasi, program kerja, serta rekomendasi kader untuk periode 2026–2028. 
Pada sidang laporan pertanggungjawaban, PC IPNU Kota Surabaya menyampaikan berbagai capaian program kerja yang berfokus pada penguatan kaderisasi, pengembangan organisasi di tingkat PAC, ranting, dan komisariat, serta penguatan identitas IPNU sebagai organisasi pelajar dan santri. Dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa IPNU harus kembali pada khittah perjuangannya sebagai organisasi kader yang berorientasi pada pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial pelajar Nahdliyin. 
Konfercab XXIX juga menghasilkan rumusan garis besar program kerja organisasi periode 2026–2028 yang menitikberatkan pada pengembangan sistem kaderisasi terpadu, peningkatan kapasitas intelektual kader, penguatan organisasi di sekolah dan pesantren, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pembinaan kader. 
Selain itu, forum komisi rekomendasi turut mendorong pembentukan fasilitator pengkaderan melalui program Training of Trainer (TOT), penguatan database kader, pengembangan komisariat di sekolah dan pesantren, serta penguatan sinergi dengan lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai upaya menciptakan kaderisasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan. 
Melalui Konfercab XXIX ini, PC IPNU Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader pelajar Nahdliyin yang kritis, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. 



Editor: Najib

Kontributor: Bustan