SURABAYA — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menghadiri pelantikan pengurus Kadin Surabaya periode 2024–2029 yang digelar pada Minggu (17/5/2026) di Balai Kota Surabaya. Dalam pelantikan tersebut, H. Ali Affandi resmi dilantik sebagai Ketua Kadin Surabaya periode 2024–2029.

Kehadiran PCNU Surabaya dalam agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan dunia usaha dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pemberdayaan masyarakat di Kota Surabaya.

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku usaha dari berbagai sektor. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk membangun kolaborasi strategis menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang dibangun Kadin Surabaya bersama berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, pembangunan ekonomi umat membutuhkan kerja bersama antara ulama, pemerintah, dan kalangan pengusaha agar tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“PCNU Surabaya menyambut baik semangat kolaborasi yang dibangun Kadin Surabaya bersama seluruh elemen masyarakat. Kami meyakini, kemandirian ekonomi umat hanya dapat terwujud apabila ada sinergi antara ulama, pengusaha, dan pemerintah. NU memiliki basis umat yang besar, sementara Kadin memiliki kekuatan dalam pengembangan dunia usaha. Jika keduanya berjalan bersama, maka akan lahir program-program pemberdayaan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang dakwah dan pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mendampingi masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

Karena itu, PCNU Surabaya berharap sinergi bersama Kadin Surabaya dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi pesantren, pelatihan kewirausahaan, hingga pembinaan generasi muda agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern.

“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi pesantren, pembinaan generasi muda, hingga menciptakan ekosistem ekonomi umat yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya periode 2024–2029, H. Ali Affandi, menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun Kadin Surabaya sebagai rumah besar kolaborasi ekonomi yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai bahwa tantangan ekonomi saat ini membutuhkan pendekatan yang inklusif dan melibatkan banyak pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti PCNU Surabaya yang memiliki jaringan sosial dan basis masyarakat yang kuat.

“Kadin Surabaya ingin menjadi rumah besar bagi penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Kami menyadari bahwa membangun ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, sinergi bersama PCNU Surabaya dan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting untuk menghadirkan program-program pemberdayaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan baru Kadin Surabaya akan fokus pada penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya wirausaha muda di Kota Surabaya.

Menurutnya, Surabaya memiliki potensi besar sebagai kota perdagangan dan jasa yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan.

Sinergi antara Kadin Surabaya dan PCNU Surabaya diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat luas.

Dengan kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap mampu bersama-sama membersamai umat menuju kemandirian ekonomi, memperkuat daya tahan masyarakat, serta membangun masa depan Surabaya yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera. Bus