SURABAYA – Ratusan kader perempuan muda Nahdlatul Ulama memadati Auditorium Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada Ahad (3/5). Mereka hadir dalam rangka Resepsi Hari Lahir (Harlah) kolaboratif antara PC Fatayat NU dan PC IPPNU Kota Surabaya.

Mengusung tema “Sinergitas Pemuda NU: Menyambung Rasa, Menguatkan Peran, Menyatukan Langkah”, acara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat konsolidasi antar-organisasi badan otonom (banom) NU di tingkat kota.

Ketua PC IPPNU Surabaya, Ervina, dalam sambutannya mengatakan, sinergi antara pelajar putri dan perempuan NU bukan sekadar seremonial, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Momentum ini adalah ruang untuk menyambung rasa dan menguatkan peran perempuan muda. Kita harus menyatukan langkah dalam mengabdi kepada umat dan bangsa,” tegas Ervina di hadapan para kader.


Senada dengan hal tersebut, Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, mengajak seluruh kader untuk melakukan 'upgrade' niat dalam berorganisasi. Ia menggarisbawahi bahwa kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama harus diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh masyarakat.

“Harlah ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat keimanan melalui pengabdian. Kami ingin kader Fatayat dan IPPNU hadir dengan dampak nyata di tengah masyarakat, baik di bidang sosial maupun pemberdayaan,” ujar Camelia.

Fatayay juga menyoroti pentingnya pendidikan tinggi bagi generasi muda Nahdliyin. Panitia secara khusus mengajak para kader untuk melanjutkan studi di UNUSA.

Pesan kuat disampaikan mengenai integritas mahasiswa. Menjadi cerdas secara akademik dinilai tidak cukup; kader NU diharapkan memiliki fondasi akhlak dan adab yang kokoh sebagai pembeda di dunia profesional nantinya.


Acara yang berlangsung khidmat ini juga dimeriahkan dengan Refleksi Perjalanan Organisasi, Menengok kembali capaian dan evaluasi gerakan perempuan NU di Surabaya. Lalu Penampilan Kreativitas Unjuk bakat para kader yang menunjukkan sisi dinamis pemuda NU. Kemudian Penguatan Nilai Moderasi dengan Penegasan peran NU sebagai pilar moderasi beragama di Indonesia.

Resepsi ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar sinergitas Fatayat dan IPPNU Surabaya mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berdaya secara ekonomi dan intelektual, tetapi juga tetap teguh menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Jib