SURABAYA – Konferensi Cabang (Konfercab) XXVI Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya secara resmi menetapkan Adellia Syarifah Maharani Putri sebagai Ketua Mandataris PC IPPNU Kota Surabaya masa khidmat 2026–2028.
Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang pleno Konfercab XXVI yang digelar di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur pada Ahad (14/6/2026), setelah melalui rangkaian persidangan yang berlangsung secara demokratis, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan.
Konfercab XXVI menjadi momentum penting bagi PC IPPNU Kota Surabaya dalam menentukan arah gerak organisasi selama dua tahun ke depan. Selain memilih kepemimpinan baru, forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang ini juga menjadi ruang evaluasi program kerja, penyusunan rekomendasi strategis, serta perumusan langkah-langkah organisasi untuk menjawab tantangan generasi muda di era transformasi digital.
Terpilihnya Adel, sapaan akrab Adellia Syarifah Maharani Putri, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan pelajar putri Nahdlatul Ulama di Kota Pahlawan. Dengan latar belakang organisasi yang kuat dan pengalaman pengabdian di berbagai bidang, ia diharapkan mampu membawa IPPNU Surabaya semakin progresif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan kader maupun masyarakat.
Dalam masa khidmat 2026–2028, Adel mengusung visi besar bertajuk “Sinergi, Aksi, Mengabdi” sebagai fondasi utama gerak organisasi.
Menurutnya, visi tersebut lahir dari kebutuhan organisasi untuk terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan IPPNU sebagai wadah pembinaan pelajar putri Nahdlatul Ulama.
“Visi ini kami hadirkan sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas kader, memperluas manfaat organisasi, serta meneguhkan semangat pengabdian yang menjadi ruh perjuangan IPPNU,” ujar Adel.
Ia menjelaskan, SINERGI merupakan akronim dari Solid, Inspiratif, Next-Gen, dan Growing. Konsep ini menitikberatkan pada penguatan internal organisasi melalui harmonisasi antarpengurus, peningkatan kualitas kader, serta kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.
“Sinergi bukan hanya tentang kekompakan internal, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan IPNU sebagai organisasi kader, badan otonom Nahdlatul Ulama, lembaga pendidikan, pemerintah, komunitas kepemudaan, hingga mitra strategis lainnya,” jelasnya.
Melalui semangat sinergi, PC IPPNU Kota Surabaya berkomitmen menciptakan ekosistem organisasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi kader.
Sementara itu, AKSI dimaknai sebagai gerakan nyata yang berlandaskan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin. Menurut Adel, organisasi tidak cukup hanya menjadi ruang diskusi dan kaderisasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi pelajar dan masyarakat.
“IPPNU harus hadir tidak hanya sebagai organisasi pelajar, tetapi juga sebagai ruang pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan kader dan masyarakat. Program-program yang dijalankan harus adaptif, inovatif, solutif, dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Semangat aksi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada penguatan literasi digital, kesehatan remaja, pemberdayaan perempuan muda, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Adapun MENGABDI menjadi puncak sekaligus ruh dari seluruh gerakan organisasi. Nilai ini menegaskan bahwa setiap langkah perjuangan kader IPPNU harus dilandasi oleh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat khidmat kepada agama, bangsa, ulama, organisasi, serta masyarakat.
“Bagi kami, mengabdi bukan sekadar menjalankan program kerja. Mengabdi adalah menghadirkan manfaat dengan penuh keikhlasan dan menjadikan setiap aktivitas organisasi sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT,” ungkap Adel.
Ia juga mengajak seluruh kader IPPNU se-Kota Surabaya untuk bersama-sama membangun organisasi yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak.
“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan seluruh kader. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, memperkuat solidaritas, dan bergerak bersama untuk mewujudkan IPPNU Surabaya yang lebih maju dan bermanfaat,” ajaknya.
Rekam Jejak Organisasi dan Pengabdian
Adellia Syarifah Maharani Putri dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dunia organisasi, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia merupakan alumnus SDN Kaliasin III Surabaya (2011–2016), SMPN 12 Surabaya (2016–2019), dan SMA Khadijah Surabaya (2019–2022). Saat ini, ia sedang menyelesaikan pendidikan Sarjana Terapan Kebidanan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya periode 2022–2026.
Pengalaman organisasinya dimulai sejak menjadi kader IPPNU di tingkat pelajar hingga dipercaya mengemban berbagai amanah strategis. Sebelum terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Surabaya, Adel menjabat sebagai Wakil Sekretaris I Bidang Organisasi PC IPPNU Kota Surabaya periode 2022–2024 dan Wakil Ketua I PAC IPPNU Wonokromo periode 2023–2025.
Di lingkungan kampus, ia juga aktif sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes Kemenkes Surabaya periode 2024–2025.
Selain itu, Adel turut terlibat dalam berbagai program sosial dan kesehatan di Kota Surabaya, di antaranya sebagai Relawan Pekan Imunisasi Nasional Polio tahun 2024, Edukator Sekolah Orang Tua Hebat Kota Surabaya tahun 2024, serta pendiri dan pengajar TPQ Al-Amanah Surabaya sejak 2019 hingga saat ini.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin IPPNU Surabaya, terutama dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah kaderisasi, pemberdayaan, dan pengabdian bagi pelajar putri Nahdlatul Ulama.
Dengan kepemimpinan baru ini, PC IPPNU Kota Surabaya diharapkan mampu memperkuat tradisi kaderisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan gerakan yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, IPPNU Surabaya dituntut untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai organisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Melalui semangat “Sinergi, Aksi, Mengabdi”, kepengurusan PC IPPNU Kota Surabaya masa khidmat 2026–2028 optimistis dapat menghadirkan organisasi yang lebih solid, inspiratif, dan berdampak luas bagi kader, pelajar, serta masyarakat Kota Surabaya.
Editor: Bustan
