KH. Cholid Su'ud dan KH. Mas’ad Azaya Resmi Pimpin MWCNU Rungkut Periode 2026–2031
SURABAYA – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rungkut sukses digelar Senin (29/6/2026) di kantor MWCNU Rungkut, Jalan Kedung Asem No. 102 Surabaya.
Konferensi itu secara resmi menetapkan nahkoda baru untuk Kepengurusan MWCNU Rungkut masa khidmat 2026–2031. KH. Cholid Su'ud terpilih sebagai Rais Syuriyah dan KH. Mas’ad Azaya terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah.
KH. Cholid Su'ud (kiri) dan KH. Mas’ad AzayaProsesi pemilihan Rais Syuriyah didahului oleh pemilihan Ahlu Al-Halli Wa Al-Aqdhi (AHWA) yang diusulkan oleh masing masing dari 6 Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Rungkut yakni PRNU Kedung Baruk, PRNU Rungkut Kidul, PRNU Wonorejo, PRNU Penjaringan Sari, PRNU Kalirungkut, dan PRNU Medokan Ayu.
Sidang pleno pemilihan AHWA dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PCNU Surabaya H. Achmad Jani didampingi Wakil Ketua PCNU Surabaya Nur Cholis dan Wakil Sekretaris PCNU Surabaya Moch. Djauhari.
Lima ulama pun terpilih sebagai AHWA dengan suara terbanyak dari 12 nama yang masuk ke pimpinan sidang. Mereka adalah K.H. Cholid Su'ud dengan dukungan 6 suara, KH. Mas’ad Azaya dengan 5 suara, H. Arifin dengan dukungan 4 suara, H. M. Nawawi dengan dukungan 3 suara dan KH. Asyrof dengan dukungan 2 suara.
Kelima AHWA ini kemudian bermusyawarah dan secara mufakat menetapkan K.H. Cholid Su'ud sebagai Rais Syuriyah MWCNU Rungkut.
"Dengan secara mufakat menetapkan Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Rungkut masa khidmat tahun 2026-2031 adalah KH. Cholid Su'ud," Ucap juru bicara AHWA, H. M. Nawawi Dimyati membacakan hasil musyawarah AHWA di hadapan peserta Konferensi.
Usai ditetapkan, KH. Cholid Su'ud, langsung membacakan dan menandatangani surat pernyataan kesediaan serta kontrak jam'iyah di hadapan para peserta konferensi.
"Dengan penuh kesadaran dan memohon pertolongan Allah SWT, saya menyatakan bersedia dipilih menjadi Rais Syuriyah MWCNU Rungkut. Saya berjanji akan senantiasa berpegang teguh pada Khittah NU, AD/ART, serta tidak akan melibatkan diri dalam politik praktis," ujar KH. Cholid Su'ud saat membacakan penggalan surat pernyataannya.
Setelah posisi Rais Syuriyah terisi, sidang pleno dilanjutkan ke tahapan pemilihan Ketua Tanfidziyah MWCNU Rungkut, Sesuai aturan organisasi, calon Ketua Tanfidziyah harus mendapatkan persetujuan dari Rais Syuriyah terpilih.
Untuk mengakomodasi hak suara peserta Konferensi, Rais Syuriyah KH. Cholid Su'ud mengusulkan dua nama calon potensial yang dinilai mumpuni, yaitu KH. Mas’ad Azaya dan H. M. Nawawi Dimyati.
Proses penentuan akhir dilakukan melalui pemungutan suara (voting) secara tertutup oleh 6 ranting NU yang memiliki hak pilih sah. Dari hasil penghitungan suara, KH. Mas’ad Azaya berhasil memperoleh suara mayoritas mutlak dari seluruh ranting.
"Ketua Tanfidziyah MWCNU Rungkut terpilih adalah KH. Mas’ad Azaya," Ucap pimpinan sidang, H. Achmad Jani sambil mengetok palu sidang.
Dalam sambutan singkatnya setelah terpilih, KH. Mas’ad Azaya menyampaikan rasa terima kasih dan kesiapannya untuk berkhidmat bersama seluruh elemen NU di kecamatan Rungkut.
"Alhamdulillahirabbil'alamin, panjenengan semua telah memilih saya. Sebelum saya menyatakan pernyataan kesediaan, saya memohon doa dan kerja samanya kepada seluruh jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah di tingkat ranting agar kita bisa menjalankan amanah ini bersama-sama," tutur KH. Mas’ad Azaya.
Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Rungkut kemudian membentuk made Formatur dimana terdapat perwakilan perwakilan dari PRNU, formatur inilah yang akan menyusun kelengkapan kepengurusan MWCNU Rungkut kedepan.
Editor: Najib



