Khutbah Jumat - Artikel khutbah Jumat ini menguraikan keprihatinan mendalam sang khatib terhadap apa yang dilihat sebagai fenomena normalisasi perilaku LGBTQ+ di masyarakat, yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam dan kisah kaum Nabi Luth. Sebagai solusi operasional, penulis mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang diberi nama Satuan Pencegahan dan Penanggulangan Gay (SPPG), dengan fokus tindakan mulai dari pengawasan dini pola asuh dan berpakaian anak hingga pencegahan dampak sosial dan kesehatan. Argumen ini diperkuat dengan rujukan ke ayat-ayat Al-Quran dan berbagai hadis serta syarahnya untuk menggarisbawahi urgensi pemisahan identitas gender dan perlindungan generasi mendatang dari apa yang disebut sebagai 'musibah'.

Ilustrasi gerakan Amar Ma'ruf dan Nahy Munkar

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، اما بعد.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


Hadirin jamaah solat Jumat yang dimuliakan Allah, marilah waktu yang mulia ini kita gunakan meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah, meneguhkan keimanan kita hingga kematian menjemput.

Bapak-bapak, saudara-saudara yang saya hormati, perkenankan sekitar 10 menit ke depan saya menyampaikan khutbah jumat dengan judul INDONESIA BUTUH SPPG.

Hadirin yang terhormat, Indonesia butuh SPPG. Sekali lagi, melihat kondisi negeri akhir-akhir ini, Indonesia sangat butuh SPPG. SPPG yang saya maksut adalah Satuan Pencegahan dan Penanggulangan Gay.

Di media sosial, lelaki pecinta sesama lelaki sudah tidak malu dan tidak lagi merahasiakan penyimpangan mereka. Mereka dengan penuh bangga berkomentar, bahkan tanpa rasa malu memposting kesesatan mereka seakan-akan perbuatan mereka bukan lagi hal yang tabu. Seperti itulah ciri-ciri mereka sejak zaman Nabi Luth. Mereka menormalisasi keabnormalan, tidak merasa terkucilkan dan justru menganggap orang lain yang tidak seperti mereka sebagai orang yang tidak normal. Demikianlah Al-Quran menguraikan tentang ciri mereka yang selalu sama dari masa ke masa.

لَقَدْ كُنْتُمْ تَاْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ قَرْيَتِكُمْۚ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ 

Sungguh, kamu benar-benar telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. 
Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, 'Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci'.
[Surat Al-A'raf: 81-82]

Kelompok Gay ini malah ingin menjauh dan mengusir orang-orang yang normal dan mengejek mereka sebagai orang yang sok suci. Syekh Muhammad Sayyid Thantawi dalam Tafsir Al-Wasith mengutip penulis kitab Tafsir Al-Kasyaf, bahwa ayat tersebut sebagai bentuk caci maki kepada orang-orang yang normal dan ayat di atas menjadi simbol kebanggaan mereka atas perbuatan mereka yang kotor.

:تفسر الوسيط
ورحم الله صاحب الكشاف فقد قال: وقولهم: إِنَّهُمْ أُناسٌ يَتَطَهَّرُونَ سخرية بهم وبتطهرهم من الفواحش، وافتخار بما كانوا فيه من القذارة، كما يقول الفسقة لبعض الصلحاء إذا وعظهم: أبعدوا عنا هذا المتقشف وأريحونا من هذا المتزهد.


Mereka menjadi seperti itu karena telah kehilangan akal sehat dan tidak lagi bisa berpikir dengan baik. Akal mereka sudah terkubur dengan nafsu syahwat penuh penyimpangan. Nabi Luth bertanya kepada mereka di Surat Hud: 78,

أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

“Sudah tidak adakah satu orang pun di antara kalian yang mau berpikir?” 
[Surat Hud 78]

Hadirin, Indonesia butuh SPPG (Satuan Pencegahan dan Penanggulangan Gay). Di antara upaya pencegahan dan penanggulangan itu dimulai sejak dini, jangan sampai kita salah asih dan asuh kepada anak cucu kita yang masih kecil. Rasulullah memberi kita teladan hal itu dalam hadis sahih riwayat Muslim:

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: رَأَى عَلَيَّ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «أُمُّكَ  أَمَرَتْكَ بِهَذَا؟» [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

Abdullah bin Amr: Rasulullah melihat Ali memakai dua helai pakaian kuning, lalu beliau bertanya (dengan nada tidak suka), "Apakah ibumu yang memaksamu memakai pakaian itu?"

Maksud kisah tersebut, Imam Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarah Sohih Muslim bin Al-Hajjaj menjelaskan, warna kuning (saat itu) adalah warna pakaian perempuan, bahkan perintah Rasulullah membakar dua helai kain kuning itu sebegai bentuk ketegasan agar tidak lagi melakukan hal tersebut (menggunakan warna pakaian yang identik dengan perempuan) atau menyerupai perempuan, mungkin di masa sekarang warna pink/merah muda yang akrab dengan warna perempuan. Sebisa mungkin kita hindarkan warna pink dari pakaian anak/cucu kita yang laki-laki, atau jangan pernah kita perlalukan anak/cucu laki-laki kita seperti perempuan dengan mengenakan jilbab atau baju perempuan meskipun hanya sebatas lelucon.

:المنهاج بشرح صحيح مسلم بن الحجاج

‏‏قوله صلى الله عليه وسلم : ( أمك أمرتك بهذا ؟ ) ‏معناه : أن هذا من لباس النساء وزيهن وأخلاقهن وأما الأمر بإحراقهما فقيل : هو عقوبة وتغليظ لزجره وزجر غيره عن مثل هذا الفعل.

Rasulullah dengan tegas melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyamai laki-laki.


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ  مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ [رواه البخاري]

فتح الباري شرح صحيح البخاري

قوله: لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين ) قال الطبري: المعنى: لا يجوز للرجال التشبه بالنساء في اللباس والزينة التي تختص بالنساء ولا العكس. قلت: وكذا في الكلام والمشي، فأما هيئة اللباس فتختلف باختلاف عادة كل بلد، فرب قوم لا يفترق زي نسائهم من رجالهم في اللبس، لكن يمتاز النساء بالاحتجاب والاستتار، وأما ذم التشبه بالكلام والمشي فمختص بمن تعمد ذلك، وأما من كان ذلك من أصل خلقته فإنما يؤمر بتكلف تركه والإدمان على ذلك بالتدريج.


Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani merinci keterangan Sayidina Abdullah bin Abbas tersebut dengan mengutip ungkapan Imam At-Tabari, “Tidak boleh laki-laki menyerupai perempuan dalam berpakaian, berhias. Begitu juga dengan cara berbicara dan berjalan yang “kemayu” sangat dilarang untuk laki-laki jika disengaja, namun apabila sikap “kemayu” itu dari lahir, maka harus diubah dan dipaksa berubah secara bertahap.

Indonesia butuh SPPG, Satuan Pencegahan dan Penanggulangan Gay. Mengapa ada kata “Penanggulangan” seperti musibah? Ya karena LGBT adalah musibah bagi kita semua. Dampak penyakit yang disebabkan perbuatan laknat itu sudah dipresiksi Rasulullah dalam hadis riwayat Ibnu Majah, akan muncul varian-varian penyakit baru yang tidak ada di masa lalu saat kemaksiatan sudah mulai dilakukan secara terang-terangan tanpa rasa malu.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : " يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ : لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا… رواه ابن ماجة.

 
Semoga kita dan anak-cucu keturunan kita dihindarkan oleh Allah dari perbuatan-perbuatan yang menyimpang seperti kelompok Gay. Indonesia butuh SPPG, Satuan Pencegahan dan Penanggulangan Gay.

أقول قولي هذا فاستغفروا الله إن الله غفور رحيم


Kontributor:
*Ust. Achmad Ainul Yaqin,* Pengasuh Pondok Pesantren Tafsir Hadis SHOHIHUDDIN 2 Prapen - Surabaya.
Anggota LD PCNU Kota Surabya