Ngopi Haik: Kolaborasi Majelis Preman dan LDNU Surabaya, dari Fikih Sholat Berjamaah hingga Refleksi Kehidupan
| Suasana Ngopi Haik Majelis Preman yang berlangsung dengan gayeng |
Surabaya – Suasana hangat dan penuh keakraban kembali mewarnai kegiatan Ngopi Haik Majelis Preman yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah (LD) PCNU Kota Surabaya pada Kamis malam Jumat (4/6/2026). Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan ini menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran agama, sekaligus refleksi kehidupan bagi para peserta dari berbagai latar belakang.
Acara diawali dengan wirid dan doa bersama yang telah menjadi tradisi rutin dalam setiap pertemuan. Setelah itu, peserta mengikuti kajian fikih yang disampaikan oleh Ustadz Islah dengan pembahasan seputar fikih sholat berjamaah, khususnya mengenai syarat-syarat menjadi makmum.
Dalam pemaparannya, Ustadz Islah menjelaskan pentingnya memahami tata cara berjamaah yang benar sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek hukum fikih, tetapi juga menekankan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepatuhan dalam menjalankan syariat Islam.
Memasuki sesi kedua, suasana kajian berubah menjadi lebih reflektif. Bersama Pengasuh Majelis: Mafrohul Walidein atau yang akrab disapa Gus Ong, peserta diajak menyelami hikmah-hikmah kehidupan melalui pembacaan dan pengkajian kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari. Pada kesempatan tersebut dibahas tentang betapa luas kasih sayang Allah Swt. yang senantiasa menutupi aib hamba-Nya di hadapan manusia.
Kajian tersebut mengajak peserta merenungkan bahwa berbagai kekurangan dan kesalahan yang dimiliki manusia sejatinya tidak pernah mengurangi kasih sayang Allah. Bahkan, Allah terus menjaga kehormatan hamba-Nya meskipun manusia sering kali lalai dan terjerumus dalam kesalahan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada refleksi tentang hakikat persahabatan dan tempat bergantung dalam kehidupan. Para peserta diajak menyadari bahwa di tengah perubahan dan dinamika hidup, Allah adalah satu-satunya sahabat sejati yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Ketika manusia datang dan pergi, ketika pujian berganti celaan, kasih sayang Allah tetap hadir dan terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.
Bertempat di rumah pengasuh majelis, Gus Ong, di kawasan Tambaksari, Surabaya, Ngopi Haik Majelis Preman menjadi ruang perjumpaan bagi mereka yang ingin memperbaiki diri. Sebagian besar peserta berasal dari kalangan preman dan mantan preman yang sedang berproses meninggalkan kehidupan masa lalu untuk meniti jalan kebaikan. Di majelis sederhana inilah mereka belajar agama, berbagi pengalaman hidup, dan menemukan lingkungan yang menerima tanpa menghakimi, sekaligus menguatkan langkah hijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gus Fahd Akbar perwakilan LDNU dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah dan diskusi santai yang berlangsung penuh keakraban. Melalui forum sederhana seperti Ngopi Haik Majelis Preman, LD PCNU Kota Surabaya terus berupaya menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat, menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari, serta menanamkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah secara bijaksana dan humanis.