Siapkan Kader Bahtsul Masail Adaptif di Era Teknologi, PC LBMNU Kota Surabaya Gelar Workshop Referensi Digital
SURABAYA– Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PC LBMNU) Kota Surabaya menggelar Workshop Pencarian Referensi Digital bertajuk *“Smart Search, Smart Cite: Transformasi Pencarian Referensi Digital”* pada Ahad (14/6/2026) di Kantor PCNU Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas keilmuan para pegiat Bahtsul Masail, asatidz, dan kader muda NU dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses kajian dan pengambilan hukum Islam.
Workshop tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur LBMNU di Kota Surabaya. Selain memperkenalkan berbagai platform digital pencarian referensi keislaman, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Ketua Panitia, Gus Syarif Hidayatullah, S.Pd., menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi tradisi Bahtsul Masail. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat kualitas kajian dan memperluas akses terhadap sumber-sumber keilmuan Islam yang kredibel.
“Tradisi telaah kitab kuning dan khazanah turats tetap menjadi fondasi utama Bahtsul Masail. Namun teknologi digital dapat menjadi alat bantu yang mempercepat pencarian referensi, memperluas literatur, dan meningkatkan efektivitas proses kajian,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan kaidah Nahdlatul Ulama:
**المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح**
*"Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik."*
Kegiatan ini turut dihadiri Syuriyah PCNU Kota Surabaya KH. Abdul Bari dan Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya Koordinator Bidang LBMNU KH. Fathul Qodir, M.HI. Dalam sambutannya, KH. Fathul Qodir mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama lahir di Surabaya dan Bahtsul Masail merupakan ruh perjuangan NU.
“Dulu para kiai dan aktivis Bahtsul Masail harus meminjam kitab di perpustakaan dan mencari ibarat satu per satu secara manual. Hari ini pencarian referensi menjadi jauh lebih mudah melalui media digital. Karena itu teknologi harus menjadi sarana meningkatkan kualitas SDM NU,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja PC LBMNU Kota Surabaya yang dinilai aktif menghadirkan program-program berkualitas. Menurutnya, seluruh MWCNU di Surabaya perlu mengirimkan delegasi dalam setiap kegiatan LBMNU sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan aktivasi lembaga di tingkat kecamatan.
Materi workshop disampaikan oleh Ust. Moh. Soim, M.Ag., KUMI. dan Ust. Jamil Fuady, M.Ag., yang membahas penggunaan berbagai aplikasi dan situs referensi digital seperti Maktabah Syamilah, Turats, Darul Ifta’, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses riset keislaman.
Sementara itu, narasumber utama KH. Ma’ruf Khozin, pakar Bahtsul Masail nasional sekaligus Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, memaparkan teknik pencarian kata kunci (*keyword*) yang efektif, metode verifikasi referensi mu’tabar, serta pentingnya integrasi antara tradisi pesantren dan perkembangan teknologi informasi.
Dalam pemaparannya, KH. Ma’ruf Khozin menyampaikan:
**حسن الكلمة الرئيسية من نصف العلم**
*"Ketepatan memilih kata kunci merupakan bagian penting dari ilmu."*
Ia menegaskan bahwa kualitas pencarian referensi sangat menentukan kualitas argumentasi hukum yang dihasilkan. Semakin valid ibarat dan dalil yang digunakan, semakin kuat pula hasil kajian yang disusun.
Melalui kegiatan ini, PC LBMNU Kota Surabaya berharap lahir generasi aktivis Bahtsul Masail yang menguasai literatur klasik sekaligus memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab. Workshop ini juga menjadi langkah awal menuju pengembangan program berkelanjutan berupa Madrasah Bahtsul Masail sebagai wadah kaderisasi dan penguatan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama di Kota Surabaya.
Editor: Bustan

.jpeg)